Tepatkah Memberikan Mainan HP/ Smartphone Pada Anak?


Di era yang modern seperti sekarang, banyak orang yang mainan HP dan itu tidak hanya dilakukan oleh orang dewasa saja namun juga anak-anak. Namun tahukah anda bahwa dahulu sebelum HP ataupun internet mudah diakses oleh siapa saja, anak-anak tidak bermain HP namun bermain dengan mainan lainnya. Dalam survey yang dilakukan, setidaknya 12% anak-anak di Indonesia sudah memiliki HP, bahkan diantaranya sudah memiliki smartphone sendiri. Dibandingkan dengan Jepang, Mesir, India dan Chili, anak-anak Indonesia memiliki persentase tertinggi yang memiliki akses internet dan juga penggunaan sosial media. Namun apakah memberikan anak-anak HP ataupun smartphone adalah keputusan yang tepat?

Coba anda amati sekitar anda, apakah keluarga dan orang-orang di sekitar anak, semuanya menggunakan smartphone? Karena biasanya anak-anak juga ingin memiliki smartphone ketika keluarga, teman ataupun orang-orang yang dikenalnya memiliki smartphone. Dan itu adalah hal yang wajar karena anak-anak cenderung iri atau cemburu dengan teman-temannya.  Awalnya anak-anak akan meminjam smartphone dan mencobanya, ketika ia suka maka ia akan meminta dibelikan. Sebelum anda menuruti keinginan anak dengan membelikannya smartphone, anda harus memperhatikan tanda-tanda pertumbuhan mereka. Apakah anak memiliki rasa tanggung jawab, apakah ia sering kehilangan barang, apakah ia dapat merawat barang-barangnya, apakah ia mengerti manfaat smartphone dan dampak negatif yang dapat timbul? Bila jawabannya adalah tidak, maka anak belum siap diberikan smartphone.


Akan tetapi anda juga tidak boleh menganggap sepele terkait apakah anak perlu diberikan smartphone atau tidak, karena nantinya anaklah yang menjadi pihak dirugikan. Tapi juga jangan sampai karena hal-hal seperti mencegah agar anak tidak cemburu dengan smartphone teman-temannya, anda memberikan smartphone kepada anak dengan begitu mudah. Alasan-alasan seperti itu kurang kuat untuk dijadikan alasan utama. Tentu anda tidak ingin anak mendapatkan dampak negatif dari smartphone terutama internet karena anak belum dapat menyaring informasi yang baik dan buruk bukan, misalnya saja seperti memainkan judi online terpercaya yang mana permainan tersebut sebenarnya untuk orang dewasa. Maka dari itulah pikirkan dengan matang sebelum mengambil keputusan apapun.