Bagaimana Pesepak Bola Muslim Eropa Menghadapi Puasa?


Olahraga sepak bola merupakan olahraga yang menguras banyak tenaga dan pikiran, lalu bagaimana dengan para pesepakbola muslim eropa pada bulan ramadhan menghadapi hal itu? Benar saja, olahraga ini menuntut para pemain berlarian hampir mengelilingi lapangan sepak bola yang maha luas itu, dengan menggiring, merebut bola dari lawan, berusaha berfikir untuk bagaimana agar bisa memasukkan ke gawang lawan. Pada saat bulan Ramadhan tiba, seluruh muslim di dunia diwajibkan untuk berpuasa selama satu bulan penuh. Lalu bagaimana para pemain sepak bola muslim menghadapi pertandingan yang dilaksanakan pada saat bulan ramadhan dimana mereka sedang menjalankan ibadah puasa?

Sebenarnya, para pemain muslin tersebut juga mengalami dilema antara kewajibannya untuk tetap berpuasa dan kewajibannya untuk bertanding sepak bola. Kedua hal tersebut sama-sama berat untuk ditinggalkan. Karena apabila seorang muslim meninggalkan puasa di bulan ramadhan maka dia harus menggantinya di bulan lain. Pada tahun 2017 lalu para pemain professional dan termahal seperti Paul Pogba, Miralem Pjanic, Sadio Mane, Franck Ribery, Emre Can, Sami Khedira, dan lain-lain harus bekerja keras untuk menghadapi kompetisi seluruh Eropa yang jatuh bersamaan dengan bulan Ramadhan. Selain harus mengurangi waktu bertandingnya untuk menjaga stamina para pemain, pelatih juga sering menyarankan para pemain untuk absen dalam berpuasa saat pertandingan berlangsung dan mengganti puasa tersebut di bulan berikutnya. Namun hal itu tidak selalu dilakukan, hanya saat para pemain menginginkannya saja. Perlu diketahui juga, bahwa waktu berpuasa di Negara-neara Eropa tidak sama dengan berpuasa di Negara lain seperti Asia. Waktu berpuasa disana bisa sampai 16 jam lebih. Maka dari itu para pesepak bola yang menjalankan ibadah puasa saat masa kompetisi diharuskan mengkonsumsi banyak air putih, buah, sayur dan menambah beberapa vitamin untuk menjaga stamina mereka selama bertanding. Pada saat bulan Ramadhan para pesepak bola juga dinilai dapat mengontrol kesabarannya lebih baik disbanding saat tidak berpuasa.


Demikian sedikit informasi mengenai pesepak bola muslim yang ada di Negara Eropa dalam menghadapi bulan ramadhan. Jangan lupa cek prediksi bola untuk prediksi terbaru seputar pertandingan bola.